Keringat dan darah
Bagimu bangsaku,
Keringat
Darah
Aku teteskan
untukmu

Bagimu bangsaku,
tak sanggup aku berikan harta
Hanya tali kehidupan
siap dikorbankan

Bagimu bangsaku,
Tak perlu kau peluk tangis rindu

aku

Bagimu bangsaku,
Jikalau aku maju
Tolong jaga anakku

Puisi ini saya buat dlaam rangka merefleksikan apa yang ada di pikiran pahlawan kita dulu. Mereka siap korbankan apa yang mereka punya, bahkan nyawa mereka. Sekarang saatnya kita yang seharusnya menjadi bangsa yang bisa melebihi semangat juang pahlawan kita dulu, apalagi sekarang sudah merdeka dan fasilitas juga sudah ada. Namun ironi tetap membayang. Kalau dulu bisa, kenapa sekarang tiada?

My name is Manaf, a full time learner. Passionate about sustainable development, environment, and youth education.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *