Jika sudah memutuskan untuk melakukan tes IELTS, ada hal-hal lain yang perlu diperhatikan. Seperti, dimana mau tes, kapan mau tes, dan persiapannya bagaimana. Ini adalah beberapa pemikiran yang patut dipertimbangkan sebelum kamu menyetor uang sebesar 2,85 juta (hiks).

Dimana tempat les yang bagus?

Tempat tes untuk IELTS itu penting dan kalian harus menentukan tempat yang nayaman untuk itu. Banyak rumor yang menyatakan bahwa jika tes di A atau di B maka nilai kita akan lebih baik. Itu bohong. Karena untuk examiner sudah ada panduan untuk menilai IELTS sehingga tidak mungkin ada subjektivitas seperti itu. Jelasnya, pilih lingkungan yang nyaman bagi kalian. Saya sendiri lebih PD jika saya tahu seperti apa tempat saya akan tes, lebih nyaman seperti kuliah. Makanya saya memilih IALF dibandingkan Bristish Council dan IDP Australia. Selain itu lihat tes Speaking mereka apakah diselenggarakan pada hari yang sama atau ada jadwal yang berbeda.

Kapan harus tes IELTS?

Waktu tes yang baik adalah sebelum deadline pendaftaran yang mensyaratkan IELTS ditutup. Untuk kuliah, pastikan tahu benar kapan pendaftaran ditutup. Umumnya pendaftaran untuk universitas di luar negeri di buka pada bulan Oktober dan berakhir bulan April/Mei tahun berikutnya. Pendaftaran ini membutuhkan sertifikat IELTS, yang meskipun bisa disusulkan namun aplikasi kita akan dinilai saat kita sudah lengkap mengumpulkan semua persyaratan. Ini adalah pengalaman pendaftaran saya di Wageningen University & Research. Jadi pastikan benar kapan mau daftar agar tepat waktu mendapatkan unconditional letter of acceptance.

Baca juga :

Jika sudah tahu kira-kira kapan sertifikat itu dibutuhkan, segeralah mendaftar tes IELTS di lembaga yang kalian inginkan. Perlu diketahui, yang mengantri les IELTS itu banyak, daripada harus menunggu seminggu atau dua minggu lagi, lebih baik daftar lebih awal. Hasil tes IELTS akan keluar 13 hari setelah tes atau dua minggu kemudian. Jadi hitung-hitung lagi harinya agar tidak terlewat deadline pendaftaran universitas atau beasiswa.

Mengapa daftar tes IELTS dulu baru belajar?

Pendaftaran IELTS di awal akan memberikan kita dorongan dan motivasi untuk belajar lebih giat, karena kita sudah mengeluarkan uang banyak sehingga mau tidak mau kita harus mengambil tes tersebut pada tanggal yang ditentukan (maaf, prinsip ekonomi mode on). Makanya, kita akan berusaha lebih keras lagi dan tidak ada alas an, “ah, nanti saja”. Pendaftaran IELTS diawal akan memberikan kita kemudahan dalam membuat rencana belajar, karena kita sudah tahu D-day nya. I

Idealnya, ambil waktu dua bulan sebelum kamu tes IELTS untuk belajar. Sebagai contoh, jika saya daftar pada bulan November, saya akan tes pada bulan Januari. Karena satu bulan pertama biasanya kita masih penyesuaian dengan kebiasaan baru dan bulan berikutnya benar-benar mengejar (Hasil pengalaman pribadi). Namun, ini semua kembali ke pertanyaan, kapan kita butuh sertifikat IELTS itu.

Ketahui kemampuan berbahasa Inggris mu!

Poin penting yang perlu diketahui lagi adalah seberapa yakin kita dengan kemampuan Bahasa Inggris kita. Sebelum benar-benar mengambil tes IELTS, pastikan sudah tahu benchmark kita terlebih dahulu. Bisa kita lakukan dengan tes sendiri di rumah dengan IELTS past paper atau mendafatar IELTS simulation test (biasanya berbayar dari 100-300 ribu).  Kita harus tahu benar mana bagian dari 4 part (Listening, Reading, Writing, Speaking) yang kurang dan mana kekuatan kita agar saat belajar kita bisa fokus area mana yang perlu ditingkatkan.

Tak heran juga, banyak bimbingan belajar yang menyelenggarakn simulasi IELTS agar mereka tahu siapa calon anak bimbingnya yang perlu belajar lagi dan siapa yang sekiranya sudah siap dengan tes IELTS.

Belajar otodidak atau ikut bimbingan belajar?

Ada dua pilihan untuk meningkatkan kemampuan kita agar siap menghadapi tes IELTS. Pertama, belajar secara otodidiak. Kedua, ikut bimbingan belajar. Ada banyak les IELTS di Jawa Timur, bisa di Kampung Inggris Pare atau di lembaga lain. Sesuaikan dengan budget, karena les IELTS dilembaga kenamaan bisa lebih mahal dibandingkan biaya yang harus kita keluarkan untuk tes IELTS itu sendiri. Kadang bisa 4-5 juta untuk 40 kali pertemuan dan itu diisi oleh 15 an orang. Sehingga bijaklah untuk memilih.

Jika kamu sudah yakin dengan kemampuan Bahasa Inggris kamu (Setidaknya skor TOEFL kamu > 500), pertimbangkanlah untuk belajar secara otodidak atau belajar mandiri IELTS. Karena kamu akan lebih menghemat. Saya prbadi lebih memilih untuk belajar sendiri (karena memang dari dulu pecinta DIY). Namun jika kamu tidak yakin dengan kemampuan kamu atau kamu memang ada tabungan untuk les bahasa, silahkan saja untuk mengambil bimbingan belajar IELTS atau Bahasa Inggris. Namun pastikan uang yang kamu keluarkan worth it.

Hati-hati! Les IELTS dan Bahasa Inggris punya tujuan yang berbeda

Perlu diketahui, les IELTS dan les Bahasa Inggris itu kadang berbeda. Kalau les IELTS itu fokus nya adalah bagaimana meningkatkan skor di IELTS. Namun tes Bahasa Inggris secara umum itu untuk meningkatkan Bahasa Inggris. Karena tujuannya berbeda, maka metode belajarnya pun akan berbeda pula. Les IELTS akan lebih banyak berlatih dan tips trik menjawa bagian-bagian soal IELTS sedangkan di les Bahasa Inggris secara umum akan lebih santai dan fokus pada penggunaan Bahasa Inggris sehari-hari.

Namun, kamu bisa memilih tipe les bahasa apa yang akan kamu fokuskan. Bisa saja kamu hanya les academic writing sedangkan bagian yang lain belajar sendiri karena kamu ingin meningkatkan kemampuan Writing. Sedangkan aspek yang lain belajar sendiri. Saya yakin hal itu bisa lebih hemat.

Biasakan dengan model soal IELTS

Saya rasa banyak orang merasa sulit di tes IELTS karena model soalnya yang tidak familiar. Di les bimbingan IELTS biasanya difokuskan bagaimana tipe soal-soal di IELTS dan bagaimana caa menjawabnya dengan benar. Jadi fokusnya akan berbeda dengan les bahasa pada umumnya. Jadi kalau kemampuan Bahasa Inggris kamu masih dibawah intermediate, mengambil les IELTS hanya akan buang-buang uang. Investasikan untuk les Bahasa Inggris atau ikuti kelompok Bahasa Inggris seperti Rumah Bahasa di Surabaya yang gratis dan pengajarnya sering penutur asli dan gunakan waktu luang mu untuk belajar IELTS secara otodidak.

Ini adalah hal-hal yang setidaknya kita ketahui sebelum kita mengambil tes IELTS. Ingat, tes IELTS itu adalaha investasi masa depan, maka persiapkan dengan matang dan jangan sepelekan.

Baca juga :

My name is Manaf, a full time learner. Passionate about sustainable development, environment, and youth education.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *