Kemarin saya dan tiga teman menonton Avengers: Infinity War di Galaxy Mall. Gak rugi sudah bayar lebih lewat M-tix agar bisa booking kursi jauh-jauh hari. Karena sejak Kamis sebelumnya sudah megang tiket padahal baru hari Rabu kemarin nontonnya. Film nya bagus, namun saya kurang puas dengan plot nya. Ada beberapa bagian yang menurut saya kurang maksimal dialog dan sinematografinya. Overall, if I had to rate this movie, I will give it 7.5 out of 10. Because I was disappointed at the end of the movie. Happy, but dissatisfied because it should be longer than 145 minutes.

Perjuangan menonton Avengers: Infinity War ini berat. Deg-deg an karena takut jam 3 sore ada rapat dadakan yang bisa merusah plan nonton bareng. Alhamdulillah si bos tetap hilang entah kemana akhirnya bisa ngilang dari FK jam 14.30 WIB. Setelah itu harus ke XXI Galaxy Mall untuk print tiket lewat m-tix. Ternyata sekarang memiliki sistem baru, yakni pakai barcode. Dulu keyboardnya lengkap, sekarang cuma keypad untuk angka dan barcode scanner. Setelah itu langsung cus ke mushola lantai dasar buat sholat Ashar.

Masuk XXI lagi sudah pada antri di depan studio 1. Teman-teman se gang, pacar, keluarga, teman satu kelas, semuanya sedang antri untuk menikmati film yang merupakan klimaks dari Marvel Cinematic Universe. Saya dan 3 teman saya hanya duduk di pojokan sambil melihat mereka dan bertanya-tanya. Ini orang semangat banget, kayak antri sembako.

Didalam bioskop, suasana hening dengan adegan pembuka yang sudah bikin kamu geleng-geleng kepala gara-gara Thanos. Setelah itu kita bisa tertawa dengan interaksi Tony Stark dengan Dr. Strange, geng dari Guardian of Galaxy, dan masih banyak lagi. Swooning melihat Vision dan Scarlet Witch memadu kasih. Feeling jubilant watching Spiderman in action. Puncaknya Thanos dan pasukannya menyerang Wakanda.

Saya selama dua jam lebih duduk di bioskop dan menahan kencing demi melihat dari awal hingga akhir film ini akhirnya seperti apa. Namun seperti yang sudah saya bicarakan diatas. Saya kecewa. Karena saya berharap dari klimaks langsung ada resolusinya. Secara teori, film Avengers: Infinity War ini  hanya sampai klimaks saja. Saya belum mendapatkan penyelesaian dari masalah ini apa.

I’m not giving you spoiler here, I just stated my opinion. Ini adalah diagram Three-Act Structure. Setiap cerita memiliki plot dimana Act One sebagai pembuka, pengenalan tokoh, pengenalan masalah kemudian ada klimaks. Act Two yang merupakan confrontation dan Act Three adalah resolution. Kamu pasti pernah menonton suatu film dimana endingnya membuat kamu bertanya, “What next?”. Avengers: Infinity war merupakan film yang benar-benar seperti itu.

Tonton baik-baik Avengers: Infinty War dan kamu akan tahu bahwa film ini sepertinya memang di desain untuk memperkenalkan tokoh-tokoh yang akan memberikan resolusi dari polemik yang disebabkan oleh Thanos. Meskipun begitu, film ini sangat layak untuk ditonton dua atau tiga kali lebih karena menonton sekali saja masih ada banyak detail yang terlewatkan.

My name is Manaf, a full time learner. Passionate about sustainable development, environment, and youth education.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *