Jumat 11 Mei kemarin saya bergabung dengan teman-teman UKM Orchestra Universitas Airlangga menyelenggarakan konser ketiga bertajuk Wonderful Indonesia. Kami menampilkan lagu-lagu tradisional dan juga dangdut dengan aransemen orchestra. Wonderful Indonesia dipilih karena Indonesia memiliki ragam budaya yang sangat luas sekali dan musik bagus mampu menyatukan perbedaan. Maka Wonderful Indonesia ini lahir dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Persiapannya lama sekali. Latihan rutin dimulai sejak bulan Maret. Seminggu tiga kali. Saya harus mencari pinjaman biola karena biola pribadi saya sudah laku di pasar. Akhirnya bisa dipinjami adik kelas biola dia karena dia punya dua biola. Berlatihlah lagu-lagu tradisional Indonesia seperti Ramko Rambe Yamko, Ampar-Ampar Pisang, Rasa Sayange, Lir Ilir, Kereta Malam. Ada 13 lagu yang orchestra tampilkan dengan tambahan dua lagu dari ensemble gitar dan juga four hands piano.

Ini ketiga kalinya saya ikut konser Orchestra dengan status sebagai alumni. Seru sekali berlatih bersama, bercakap bersama, dan sebagainya itu menyenangkan. Meski ada drama waktu geladi bersih karena saya mimisan gara-gara flu dan juga batuk. Sehingga kurang bisa tampil maksimal pada saat konser. Apalagi waktu yang diberikan untuk latihan juga sangat padat sehingga perlu waktu latihan lebih untuk tahun depan, jika ikut lagi.

Saya suka orchestra karena bagi saya, musik ini bisa dinikmati kapanpun. Saat sedih maupun senang pasti ada lagu yang cocok. Ketika bermain orchestra pun kita mau tidak mau harus membangun chemistry artinya membangun jembatan antar satu dan pemain lain agar bisa sinkron. Contoh simpelnya saja adalah gerakan bow. Satu turun, kalau nadanya sama dan satu section harus turun semua. Selain estetika bowing yang seragam juga akan meningkatkan konsentrasi antar pemain, sehingga tidak perlu bingung ini kemana ya arahnya.

Bermain orchestra juga melatih konsentrasi dan matematika. Ketika membaca partitur, titik titik seperti kecambah itu harus diterjemahkan kedalam nada dan panjang pendeknya harus dihitung. Ritme yang gagal karena salah hitungan bukan hal yang baru. Antara satu section, seperti contoh biola satu dan viola harus sama-sama menghitung agar ketika memulai musik bisa bersama-sama dan indah jadinya. Untuk itu, perlu konsentrasi tinggi. Apalagi nada-nada yang cepat seperti seperempat ketuk yang harus kita amati benar-benar agar tidak terlalu cepat atau terlalu lambat.

Meskipun sudah sejak SMA bermain biola, sampai sekarang saya maish terus belajar. Karena saya belum sampai master belajar ini. Saya hanya enjoy sekali bermain orchestra karena bisa menghilangkan stress dan menyeimbangkan otak kanan dan kiri saya. Selain itu di orchestra saya juga berkesempatan bertemu dengan banyak orang yang inspiratif.

Bersama bos lele, ketua AO 2016, ketua Teater 2015 dan teman main
Keluarga FORKOM dan juga teman-teman Airlangga Orchestra
My name is Manaf, a full time learner. Passionate about sustainable development, environment, and youth education.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *